Di seluruh penjuru dunia, “Terminator” telah menimbulkan suara
hingar bingar luar biasa. Tetapi produk Monsanto yang menimbulkan kepanikan
tidak hanya “Terminator”. Sejak diciptakan, banyak produknya yang menimbulkan
reaksi keras dari para buruh di pabrik, di pinggir sungai, atau para
konsumen.
Monsanto Chemical Company didirikan tahun 1901, di Saint-Louis,
Missouri, oleh John Francis Queeny, seorang ahli kimia otodidak. Dialah yang
mengenalkan kepada Amerika Serikat teknik fabrikasi sakarin dari Jerman, gula
tiruan yang pertama. Pada tahun 1920-an, Monsanto menjadi salah satu penghasil
utama asam sulfur dan produk industri dasar lainnya.
Dengan sangat cepat, perusahaan itu mengkhususkan diri pada
produksi bahanbahan mencemari dan beracun. Pada tahun 1940-an, Monsanto
memusatkan kegiatannya pada bahan-bahan plastik dan sintetik. Lalu pabrik
menghasilkan polystyren, plastik yang terutama digunakan untuk pembungkus
makanan.
Produksi itu menghasilkan limbah yang sangat beracun sehingga
polystyren kemudian oleh badan Amerika untuk perlindungan lingkungan (EPA)
didudukkan pada uturan kelima sebagai produk paling berbahaya. Pada waktu yang
sama, Monsanto mengembangkan keluarga baru produk kimia, bernama PCB, yang
sasarannya untuk bahan industri listrik dan berbagai produksi industri.
Sudah sejak tahun 1930-an kita tahu bahwa produk-produk itu sangat
beracun. Karena racun itu tidak dirasakan hingga bertahun-tahun, ia menumpuk di
jaringan lemak sepanjang sistem makanan dalam tubuh. Para peneliti telah
menemukannya berkonsentrasi di dalam darah, bulu, dan lemak hewan liar.
Manusia, yang juga bertempat di puncak rantai makanan, secara khusus peka
terhadap penumpukan PCB.
Sebuah kajian yang
dilakukan di AS tahun 1974 mengungkap kehadiran PCB di dalam 99% contoh susu
ibu yang diambil. Produk kimia itu mengakibatkan kanker dan bertanggung jawab
untuk serangkaian kekacauan kekebalan, gangguan perkembangan janin, dan
reproduksi. Sekarang ini PCB dilarang di banyak negara, tetapi masih tersisa
dalam jumlah banyak – hampir 180.000 ton – yang disimpan di negara-negara dunia
ketiga.
No comments:
Post a Comment